Tahukah Anda Proses Pembentukan Gamet Betina

Tahukah Anda Proses Pembentukan Gamet Betina

Proses Pembentukan Gamet Betina – Lahirnya semua bayi ternyata memakan waktu yang tak sedikit, apalagi jika kita melihat lebih jauh lagi mengenai bagaimana proses pembentukan sel kelaminnya.

Kita cukup mengenal bahwa reproduksi manusia untuk memperbanyak keturunannya hanya bisa dilakukan secara langsung.

Diantaranya adalah pertemuan antara sel kelamin betina dan juga jantan yang akan mengalami fase pembentukan zigot. Zigot sendiri merupakan bakal janin namun dalam ukuran yang cukup kecil, terdiri atas 2 sel yaitu betina dan jantan yang bisa terus tumbuh sempurna.

Gamet dikenal juga dengan nama sel kelamin, terbagi atas 2 jenis yaitu sel kelamin betina yang dibawa oleh wanita dan sel kelamin jantan yang lebih dikenal dengan nama sperma. Proses pembentukannya memakan waktu yang cukup lama.

Seperti halnya yang sudah kita tau bahwa memerlukan usia tertentu bagi seorang wanita maupun pria untuk bisa menghasilkan keturunan. Untuk kali ini kita akan lebih membahas bagaimana proses pembentukan gamet betina.

Untuk anak perempuan paling tidak mengalami beberapa ciri untuk dikatakan memasuki masa puberitas atau menuju ke dewasa, diantaranya adalah mulai mengalami menstruasi, pembentukan payudara, bentuk tubuh yang menjadi lebih berisi hingga tumbuhnya rambut pada bagian-bagian tertentu.

Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya hormon-hormon wanita sudah mulai diproduksi, bahkan untuk sel kelamin sendiri sudah mengalami kematangan dan sudah siap untuk dibuahi. Proses pembentukan sel kelamin betina ini pada manusia dikenal juga dengan nama oogenesis, berasal dari kata ovum atau sel telur.

Prosesnya memang memakan waktu yang jauh lebih lama dibandingkan dengan proses gametofit yang terjadi pada tumbuhan dan ganggang.

Gamet betina merupakan jenis sel haploid atau yang memang sudah ada tunggal, dia membawa setengah set dari kromosom, dimana kita tau bahwa kromosom manis berjumlah 23 pasang dan gamet betinanya sendiri membawa setengah, begitu juga nanti dari gamet jantan juga akan membawa setengah untuk melengkapi.

Gamet sendiri merupakan sebuah produk khusus yang berasal dari meiosis atau yang lebih dikenal dengan pembelahan. Pembelahan secara meiosis ini memungkinkan hasilnya memiliki jumlah kromosom yang tak sama atau hanya terbagi setengah dari jumlah aslinya, berbeda dengan pembelahan secara mitosis yang akan menghasilkan jumlah kromosom sama dengan indukannya.

Selama proses pembentukan ini juga dikenal juga ada suatu saat yang dinamakan sebagai fertilisasi bahkan menstruasi. Menstruasi merupakan suatu keadaan dimana sel telur yang sudah ada tak segera dibuahi oleh sel sperma, hal ini menyebabkan pembentukan atau penebalan yang terjadi pada dinding rahim gagal dan mengalami peluruhan, peluruhan tersebut menyebabkan keluarnya darah yang biasa kita sebuah sebagai fase menstruasi.

Pada anak perempuan yang sudah masuk pada tahap ini bisa dikatakan bahwa mereka sudah memasuki masa puber, dalam artian jika terjadi sebuah hubungan berpotensi untuk menghasilkan keturunan, khususnya pada masa subur.

Cukup banyak jenis hormon yang memiliki peran penting pada vase oogenesis ini, diantaranya adalah:

  1. FSH, dikenal juga dengan nama folicel stimulating hormone, mempengaruhi ovarium untuk mengalami perkembangan pada masa
  2. LH, hormon pelutein, jenis yang satu ini berperan penting di dalam mematangkan folikel sel telur untuk bekerja menghasilkan ovum.

Selain itu juga ada jenis lain yang terdapat di dalam ovarium seperti esterogen dan progesteron. Sama halnya dengan vanita memasuki masa pembentukan sperma juga ada hormon-hormon pria yang berperan di dalamnya.

Baca Juga : Cabang cabang ilmu biologi

About the Author: penek

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *