Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kedondong

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kedondong – Dalam Bahasa Inggris orang – orang sering menyebut buah ini dengan nama ambarella, otaheite apple, atau great hog plum. Dalam masing – masing negara buah ini memiliki nama yang berbeda – beda seperti di Asia Tenggara biasa disebut kedondong (Indonesia dan Malaysia), hevi (Filipina), gway (Myanmar), mokah (Kamboja), kook kvaan (Laos), makak farang (Thailand), dan co’c (Vietnam). Di masing – masing daerah di Indonesia kedondong juga memiliki banyak nama antara lain kadondong / Sunda, kedondong / Jawa, kedundung (Madura), kacemcem / Bali, inci / Bima, NTT, karunrung / Makassar, dan dau kaci / Bugis.

Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kedondong
Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kedondong

Diantara beberapa varietas kedondong, kedondong Bangkok merupakan jenis unggul yang biasa ditanam oleh para petani. Kedondong unggul jenis lainnya adalah kedondong kendeng, atau kedondong karimunjawa yang saat ini sudah mulai dibudidayakan sebagai tanaman buah dalam pot.

Baca Juga : Cara Stek Tanaman Gantung

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kedondong

Seperti dijelaskan tersebut di atas bahwa kedondong ini merupakan salah satu tanaman buah yang umumnya banyak sekali terdapat di seluruh daerah – daerah tropik yang termasuk ke dalam kelompok angiospermae. Adapun klasifikasi kedondong dan morfologi tanaman kedondong menurut Plantamor (2012) adalah sebagai berikut :

  • Kingdom : Plantae
  • Subkingdom : Tracheobionta
  • Superdivisi : Spermatophyta
  • Divisi : Magnoliophyta
  • Kelas : Magnoliopsida
  • Subkelas : Rosidae
  • Ordo : Sapindales
  • Famili : Anacardiaceae
  • Genus : Spondias
  • Spesies : Spondias Dulcis Forst

Akar Tanaman Kedondong

Tanaman kedondong berakar tunggang dan berwarna cokelat tua.

Batang Tanaman Kedondong

Tanaman ini memiliki batang yang berkayu keras dan sangat kokoh karena sebagian besar terdiri dari kayu yang terdapat pada pohon dengan bentuk batangnya yang bulat / teres dan tumbuh tegak, percabangan batangnya yaitu simpodial dimana batang pokoknya sukar untuk ditemukan karena dalam perkembangan selanjutnya kalah cepat dan besar dalam pertumbuhannya jika dibandingkan dengan cabang – cabangnya, permukaan batang halus dan berwarna putih kehijauan.

Daun Tanaman Kedondong

Tanaman kedondong termasuk ke dalam tanaman berdaun majemuk, dimana bagian yang terlebar berada di tengah – tengah helaian daun berbentuk jorong / ovalis, pangkal daun runcing / acutus, ujung – ujung daun meruncing / acuminatus, warna daun hijau dengan panjang daun sekitar 5 s/d 8 Cm dan lebar 3 s/d 6 Cm. Jika diamati dari arah tulang – tulang cabang yang besar pada helaian daun maka daun kedondong ini termasuk daun yang bertulang menyirip dengan jumlah anak daun yang gasal / imparipinnatus dan anak daun yang berpasang – pasangan, tepi daunnya rata / integer, tata letak daun tersebar / folia sparsa, permukaan daun licin / laevis dan mengkilat karena berlapis lilin / nitidus.

Bunga Tanaman Kedondong

Tanaman ini termasuk bunga majemuk / inflorescentia yang berbentuk malai / panicula dimana ibu tangkainya membuat percabangan monopodial dengan memiliki ukuran panjang rata – rata 24 s/d 40 Cm dengan panjang kelopak bunga sekitar 5 Cm, jumlah benang sari sebanyak delapan berwarna kuning, mahkota bunga berjumlah empat hingga lima, lanset, dengan warna bunganya putih kekuningan.

Buah Tanaman Kedondong

Dimana buah ini memiliki dinding lapisan luar yang tipis atau kaku dengan lapisan dalam yang tebal, lunak, dan berair serta rasanya asam – asam manis segar jika dimakan begitu saja. Bentuk buah adalah lonjong, buah sejati tunggal yang berdaging dan memiliki diameter sekitar 5 Cm, berserat, warna buah hijau kekuningan dengan rata – rata berat sekitar 0,7 s/d 1 kg / buah yang biasanya tumbuh dalam jumlah yang banyak sekali.

Biji Tanaman Kedondong

Bijinya bulat dan berserat kasar dengan warna biji adalah putih kekuningan berbulu tajam.

Manfaat Dan Khasiat Dari Tanaman Kedondong

Ada banyak sekali manfaat dan khasiat dari buah kedondong manis yang mana secara umum buah ini lebih segar jika dimakan dalam keadaan segar sehingga cocok dijadikan sebagai buah meja.

Namun saat ini sebagian dari buah kedondong matang sudah dapat diolah menjadi selai, manisan, rujak, dan sari buah. Apabila panen dalam kondisi berlebihan maka biasanya petani akan merebus sebagian buah lalu dikeringkan sehingga bisa disimpan untuk beberapa bulan.

Sedangkan untuk buah kedondong yang masih mentah biasa digunakan sebagai bahan rujak, asinan, acar / sambal atau disayur. Daun kedondong yang masih muda pun bagus dimanfaatkan untuk lalapan sedangkan daun tua bisa berguna untuk dijadikan pakan ternak.

Kayu kedondong berwarna cokelat muda hingga cokelat tua yang tak mudah mengambang di atas air sehingga tidak bisa digunakan dalam industri kayu pertukangan. Namun pada beberapa desa di Indonesia terutama di daerah pesisir pantai kadang – kadang memanfaatkan kayu kedondong untuk dijadikan perahu – perahu tradisional.

Di luar negeri buah kedondong sudah dimanfaatkan sebagai suplemen kesehatan tubuh atau obat dari buah kedondong yang juga bisa diambil dari daun dan kulit batang terutama untuk pengobatan sakit kulit dan luka bakar. Karena diketahui bahwa masing – masing / per 100 gram bagian buah mengandung 60 s/d 85 gram air, 1 gram protein, 2 gram lemak, 11 gram sukrosa, 0,8 s/d 3,60 gram serat dan pada daging buahnya banyak mengandung sumber vitamin C dan besi. Sedangkan untuk buah yang belum matang banyak mengandung pektin yaitu sekitar 10 persen.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang klasifikasi dan morfologi tanaman kedondong, semoga bermanfaat !

Baca Juga : Jenis-Jenis Pupuk Organik

About the Author: penek

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *