Penjelasan Lengkap Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Seledri

Siapa yang tidak kenal dengan tanaman seledri? Rasanya akan kurang jika kamu memasak nasi goreng tanpa daun yang satu ini. Seledri memiliki nama ilmiah Apium Graveolens L. Selain Indonesia, negara lain yang juga memanfaatkan tanaman ini sebagai penyedap rasa ada masakan dan juga penambah aroma alami adalah Jepang, Cina, dan Korea.

Penjelasan Lengkap Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Seledri
Penjelasan Lengkap Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Seledri

Tanaman seledri dapat digolongkan sebagai tanaman herba yang memiliki daun berwarna hijau dan bentuknya yang bergerigi.

Tanaman seledri berasal dari benua Amerika. Seledri biasanya tumbuh dengan baik di ketinggian 1000 – 1200 meter di atas permukaan air laut dan dengan suhu 15 – 24 derajat celcius.

Selain sebagai penyedap rasa, banyak juga yang menggunakan seledri sebagai obat tradisional untuk menurunkan panas dan demam. Caranya adalah dengan mengoleskan daun seledri yang sudah ditumbuk ke bagian kepala.

Selain itu, seledri juga dipercaya dapat menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan tulang dan gigi, anti kanker, sebagai penyubur rambur, serta menurunkan kolesterol. Dengan manfaat sebanyak itu, yuk kita mengenal seledri lebih jauh. Berikut adalah klasifikasi dan morfologi tanaman seledri.

Baca Juga : Morfologi Pasak Bumi

Klasifikasi Tanaman Seledri

  • Kingdom : Plantae
  • Divisi : Spermatophyta
  • Sub-divisi : Angiospermae
  • Kelas : Dicotyledonae
  • Ordo : Umberlliferales
  • Family : Umbelliferae (Apiaceae)
  • Genus : Apium
  • Species : Apium Graviolens L.

Morfologi Tanaman Seledri

  1. Morfologi Akar

Seledri memiliki sistem akar tunggang yang akarnya tumbuh tegak ke dalam tanah hingga sedalam 30 cm. Selain itu, tanaman seledri juga memiliki akar serabut yang menyebar hingga radius 5 sampai 9 cm.

Akar ini berfungsi sebagai penyerap unsur hara dan air yang ada di dalam tanah. Selain itu, akarnya juga berfungsi sebagai penopang berdirinya tanaman seledri di atas tanah.

  1. Morfologi Batang

Batang dari tanaman seledri berbentuk persegi serta beralur, tidak berkayu (batang yang lunak), dan biasanya batang seledri tingginya kurang dari 1 meter (bantet).

Seledri memiliki batang yang beruas dan tidak berambut, memiliki cabang yang jumlahnya banyak dan berwarna hijau. Tanaman seledri adalah tanaman biji berkeping dua atau disebut dikotil dan juga merupakan tanaman setahun atau dua tahun yang memiliki bentuk semak atau rumput.

  1. Morfologi Daun

Seledri memiliki daun yang berbentuk menyirip ganjil yang merupakan daun majemuk. Biasanya memiliki anak daun berjumlah 3 sampai 8 helai. Anak daun tersebut memiliki tangkai yang panjangnya sekitar 1 – 2 cm. Tangkai daun tersebut berwarna hijau keputihan dan helai daunnya tipis dan rapat.

Jika kita memperhatikan, daun seledri ini pada bagian pangkal daun dan ujung daunnya berbentuk meruncing dan memiliki bagian tepi daun yang beringgit. Tulang pada daun seledri menyirip, dengan daun berwarna hijau muda hingga tua.

  1. Morfologi Bunga

Tanaman seledri memiliki bunga yang tergolong bungan majemuk. Bentuk bunganya seperti payung dan berwarna putih.

Bunga ini biasanya muncul di ketiak daun bagian pucuk yang sudah tua. Bunga pada seledri memiliki bakal buah yang berbentuk bulatan berwarna hijau di bagian ujung tangkai bunga.

Apabila bunga sudah dibuahi, maka bulatan tersebut akan berubah menjadi buah muda sejati yang memiliki warna hijau dan akan berubah warna menjadi cokelat ketika buahnya sudah tua.

  1. Morfologi Buah

Buah tanaman seledri yang masih muda akan terlihat berwarna hijau. Lalu buah tersebut akan menjadi cokelat tua tatkala sudah menjadi tua. Bentuk buah seledri adalah bulat. Biasnya buah seledri terletak di ujung tangkai bunga.

Baca Juga : Cara Penanganan Pasca Panen Tanaman Som Jawa

About the Author: penek

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *