Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kelapa

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kelapa – Tanaman kelapa diperkirakan berasal dari pesisir Samudera Hindia, di Asia. Namun saat ini budidaya tanaman kelapa telah menyebar luas ke seluruh kawasan pantai tropika di dunia termasuk Indonesia.

Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kelapa
Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kelapa

Tanaman kelapa / cocos nucifera adalah anggota tunggal dalam dalam marga cocos yang berasal dari suku aren – arenan atau arecaceae. Kelapa secara alami tumbuh dengan subur di daerah pantai dengan ketinggian pohon bisa mencapai sekitar 30 m.

Kelapa juga bisa hidup pada ketinggian 1000 m dari permukaan laut tetapi jangan melebihi batas – batas ini karena tanaman kelapa akan mengalami pelambatan pertumbuhan.

Baca Juga : Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kedondong

Untuk mengenal lebih jauh tentang tanaman kelapa maka di bawah ini kami berikan klasifikasi dan morfologi tanaman kelapa adalah sebagai berikut :

Mengenal Tentang Klasifikasi Kelapa

  • Kingdom : Plantae
  • Divisi : Spermatophyta
  • Kelas : Magnoliophyta
  • Ordo : Arecales
  • Famili : Arecaceae
  • Genus : Cocus
  • Spesies : Cocus Nucifera

Ciri Dan Morfologi Tanaman Kelapa 

Akar Pada Tanaman Kelapa

Morfologi tanaman kelapa pada Akar memiliki sifat sebagai akar serabut yang berukuran tebal dan berkayu. Akar – akar tersebut berkerumun atau membentuk bonggol dan sangat tepat hidup pada lahan pesisir pantai yang bertanah pasir.

Pada tanaman kelapa yang baru bertunas memiliki akar tunggang tetapi pertumbuhan akar tersebut bisa menjadi sangat cepat dan akan terlihat seperti berlapis – lapis. Akar ini mempunyai struktur yang lembut di bagian dalam dan berair serta berwarna kecokelatan.

Batang Pada Tanaman Kelapa

Batang pada tanaman kelapa rata – rata tumbuh tegak ke atas dan merupakan batang tunggal. Batang tanaman kelapa memiliki ruas dan berkayu keras / kokoh namun kadang – kadang kurang bagus untuk bangunan.

Pada bagian batang ini juga terdapat pangkal pelepah daun yang melekat kukuh dan sukar terlepas meskipun daun telah kering dan mati.

Tanaman pohon kelapa yang berusia tua memiliki pangkal – pangkal pelepah yang masih tertinggal di batang dan akan terkelupas dengan sendirinya sehingga batang kelapa tampak berwarna hitam beruas.

Daun Pada Tanaman Kelapa

Daun pada tanaman kelapa memiliki bentuk menyerupai bulu burung atau bulu ayam. Pada bagian pangkal pelepah daun terbentuk dua baris duri / spina yang tajam dank eras pada kedua sisinya. Anak – anak daun / foliage leaflet tersusun berbaris dua hingga ke ujung daun yang mana di tengah – tengah masing – masing anak daun terbentuk lidi sebagai tulang daun.

Daun pada tanaman kelapa termasuk daun majemuk / folium compositum dan merupakan roset batang yang mana kondisi ini dikarenakan daun – daunnya rapat dan berjejal – jejal di ujung batang.

Bunga Pada Tanaman Kelapa

Bunga – bunga pada tanaman kelapa akan tumbuh ketika tanaman berusia 3 s/d 4 tahun yang mana bunga yang bersangkutan akan tumbuh dengan subur pada ketiak daun bagian luar yang diselubungi oleh seludang bunga disebut spatha.

Spatha ini bertujuan untuk melindungi calon bunga sebelum mekar. Bunga pada tanaman kelapa termasuk ke dalam bunga majemuk / inflorecentia.

Bunga kelapa merupakan bunga berumah dua / diaceus. Bunga betina saat masih berusia muda akan mengeluarkan air yang disebut dengan istilah air nira dapat digunakan untuk membuat gula aren atau gula kelapa.

Bunga pada tanaman kelapa memiliki tandan bunga yang disebut dengan istilah mayang. Mayang inilah yang digunakan untuk hiasan dalam upacara perkawinan adat Jawa atau bahan untuk membuat sesajen.

Buah Pada Tanaman Kelapa

Buah pada tanaman kelapa termasuk buah yang bersifat sejati tunggal berdaging / carnosus yang tersusun dari kulit buah yang licin dank eras / epicarp, daging buah / mesocarp, susunan serabut / fibred an mengandung minyak, kulit buah / endocarp atau cangkang / tempurung yang berwarna hitam dank eras / batok serta daging buah / endosperm yang berwarna putih dan mengandung minyak. Daging buah kelapa biasanya di ekstrak dan dibuat santan.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang klasifikasi dan morfologi tanaman kelapa, semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Baca juga : Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Kunyit

About the Author: penek

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *