Pengertian dan Cara Stek Tanaman Gantung

Pengertian dan Cara Stek Tanaman Gantung

Pengertian dan Cara Stek Tanaman Gantung – Tanaman gantung merupakan tumbuhan hias yang ditanam pada pot kecil dan penempatannya secara digantung.

Selain dapat memperindah ruangan dan membuat suasana menjadi lebih asri, tanaman gantung juga tidak sulit untuk dipelihara dirumah.

  1. Pemilihan Waktu Penanaman

Waktu yang tepat agar hasil stek bisa bertumbuh dengan baik, dengan cobalah untuk mulai menanam di awal musim panas, bukan pada saat musim penghujan. Karena jika kita memulai penanaman stek saat musim hujan, maka akan mudah stek tersebut menjadi mudah busuk dan menjadi kegagalan.

  1. Pilih Indukan Terbaik

Kondisi induk dari tanaman yang akan dipakai untuk stek juga tidak kalah penting dalam keberhasilan dan kualitas dari hasil cara stek tanaman gantung ini. Bibit tanaman gantung ini, akan meniru sifat dan kualitas indukan sebanyak 70%-80%. Oleh karena itu, cobalah untuk menentukan pilihan induk yang terbaik, yang dapat dimulai dari tanaman yang sudah berumur, bukan bibit yang baru ditanam. Pilihlah induk yang sehat, memiliki batang dan daun yang sehat. Tidak pendek dan tidak terserang penyakit.

  1. Pemotongan Tunas

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah memulai cara stek. Dalam hal stek, kita perlu memilih bagian cabang atau pucuk yang sehat, yang nantinya akan menjadi cikal bakal bibit hasil stek tersebut.

Perlu diperhatikan dan disadari juga untuk menggunakan alat pemotong yang bersih dan tajam. Jangan sampai, nantinya malah akan membuat hasil pemotongan tidak optimal dan hasil stek malah menjadi gagal total. Jadi, bersihkanlah terlebih dahulu dan tajamkan alat pemotong yang nantinya akan digunakan untuk stek tanaman.

  1. Cara Pemotongan Tunas

Berikut ada cara-cara agar tanaman gantung yang di stek dapat berhasil, tanpa terjadi kegagalan :

  • Cari tunas yang sehat dan siap untuk dipotong menggunakan alat pemotong
  • Bersihkan alat pemotong seperti pisau bedah, gunting maupun pisau dapur, Usahakan alat pemotong tajam dan bersih.
  • Potong cabang tanaman gantung hias ini sepanjang 7-15 cm. Potongan ini setidaknya tepat pada bagian ruas batang dan tidak merusak bagian dalam.
  1. Menggunakan Zat Pertumbuhan

Hal yang tak kalah pentingnya dalam cara stek adalah dengan menggunakan bubuk hormon pertumbuham, maka akan lebih mudah memunculkan akar yang nantinya menghasilkan tunas baru.

Jenis bibit yang telah selesai dilakukan dengan cara stek ini akan siap untuk ditanam ulang dan dibudidayakan. Jadi, sebaiknya, gunakanlah bubuk hormon yang ditempelkan langsung di bagian pangkal batang yang telah dipotong tadi.

Baca juga : Pengertian Enzim DNA

  1. Menyiapkan Wadah

Hal berikutnya yang harus dilakukan adalah menyiapkan wadah. Berikut langkah-langkah yang harsu dilakukan, yaitu:

  • Siapkan wadah berupa kaleng bekas, polybag maupun pot. Apapun jenis wadah yang akan digunakan bebas. namun, pastikan wadah tersebut bersih dari beragam hal yang menggangu pertumbuhan bibit.
  • Siapkan media tanam yang akan dimasukkan kedalam wadah tanam. Media tanam yang dianjurkan adalah 1 : 1 antara pupuk kompos dan tanah humus.
  • Pastikan untuk melakukan penggemburan yang benar pada media tanam agar bibit bisa tumbuh dengan baik.
  • Masukkan bibit ke dalam media tanam, dan lakukan penyiraman dengan siklus teratur.
  • Tapi, pastikan bibit tidak mendapatkan sinar matahari yang berlebihan di dalam 2 minggu pertama.
  • Pastikan juga media tanam tidak terlalu lembab, atau akar tanaman yang mulai tumbuh akan membusuk dan menyebabkan kegagalan.
  • Letakkan ditempat yang terlindungi dari sinar matahari langsung dan hujan.
  1. Pemeliharaan dan Penanaman

Hal yang tak kalah penting yang terakhir adalah memelihara bibit agar bisa berkembang dengan baik. Setelah akar tumbuh kuat, kita bisa memindahkan bibit ke tempat yang lebih besar nantinya. Hal yang perlu kita perhatikan ialah kebutuhan nutrisi, air dan sinar matahari. Jika tanaman sudah bertunas dan umurnya sudah lebih dari 2 minggu, maka anda bisa memindahkannya pada wadah yang lebih besar.

Baca juga : Cara Memilih Benih Padi Yang Berkualitas

About the Author: penek

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *