Cara Penanganan Pasca Panen Tanaman Som Jawa

Hai kamu, senang sekali ya bisa berjumpa lagi. Hari ini hari yang special nih.. kenapa? Karena kami akan membahas tentang cara penanganan pasca panen dari tanaman Som Jawa. (garing yak? Sorry deh hehehe) Btw kira-kira seperti apa si cara pengolahan pasca panenya? Yuk lah disimak. Selamat membaca yaa..

Cara Penanganan Pasca Panen Tanaman Som Jawa
Cara Penanganan Pasca Panen Tanaman Som Jawa

Sebelum membahas si inti topik, kami ingin terlebih dahulu kembali sedikit membahas tentang proses penanaman Ginseng (Som Jawa). Sebenarnya, proses penanamanya cukup mudah. Kita bisa menanam dengan menggunakan bijinya, dan kita juga bisa menanamnya melalui metode teknik stek batang, serta pucuk batang. Untuk masa panen akarnya, tanaman Ginseng Jawa membutuhkan waktu 6 bulan hingga 1 tahun , yang dihitung dimulai sejak awal proses penanaman. Sedangkan untuk melakukan panen daun, kita hanya memerlukan waktu sekitar 2 sampai dengan 3 bulan.

Baca Juga :

Daun yang akan kita panen, haruslah tipe daun yang masih muda agar hasilnya tidak pahit rasanya. Selain itu untuk memasak daun ginseng Jawa, sebenarnya tidak memakan waktu yang lama (Cukup sebentar). Jangan di remas-remas, karena hasil dapat mengeluarkan lendir.

Proses Pengolahan Pasca Panen

Tanaman Gingseng bisa dimanfaatkan sebagai tanaman hias:

Ginseng Jawa juga ini bisa kita manfaatkan sebagai tanaman hias. Ia tetap bisa subur walaupun ditanam dalam pot, asalkan nutrisinya tercukupi dengan melakukan serangkaian proses penyiraman dan pemupukan yang tepat dan teratur.  Namun untuk membuat tanaman ini sebagai tanaman penghasil obat herbal, perlu kita awasi media tanamnya. Jangan sampai tanah yang dgunakan untuk media tanam mengandung unsur logam berat, karena tanaman Ginseng Jawa mampu menyerap racun-racun yang terkandung didalam logam berat itu.

Cara Pemanfaatan Daun tanaman Gingseng:

Sedangkan untuk daunya sendiri, dapat digunakan ketika masih dalam keadaan segar. Bisa pula dikonsumsi sebagai lalapan, sayur, ataupun campuran mie. Tetapi perlu diwaspadai untuk tidak sampai mengkonsumsinya secara berlebihan. Hal itu dapat menyebabkan mual dan pusing yang cukup akut. Bilapun itu terjadi, minumlah kopi kental tanpa gula lalu beristirahatlah di tempat terbuka yang udaranya mengalir bebas.

Hal yang harus kita perhatikan ketika ingin memanfaatkan hasil panen tanaman gingseng (som jawa):

Pemanfaatan tanaman Ginseng Jawa sebagai obat herba sebenarnya juga tidak boleh sembarangan. Terutama pada penggunaan akarnya. Diketahui bahwa akar ginseng Jawa sebenarnya memiliki sifat diuretik, yang bisa sewaktu-waktu menyebabkan diare. Karenanya, agar sifat diuretiknya hilang, ketika hendak dipakai sebagai obat herbal, bagian akar haruslah dicuci bersih, kemudian dikukus selama kurang lebih 30 menit. Setelah itu, keringkan, dan simpanlah kedalam wadah yang kedap udara jika belum ingin digunakan dalam waktu dekat.

Rangkuman Penanganan Pasca Panen tanaman Gingseng (som jawa)

  • Tanaman ginseng ini biasanya dapat dipanen ketika ia berusia antara 4 sampai 6 bulan tergantung pertumbuhan pada umbi yang terdapat dalam ginseng .
  • Waktu pemanenan yang paling efektif biasa dilakukan saat hari masih pagi ataupun ketika sore hari
  • Pemanenan ini bisa dilakukan dengan cara penyabutan tanaman gingseng secara perlahan.
  • Setelah tanaman dipanen, sebaiknya dilakukan penyimpanan hasil panen ditempat yang sesuai untuk penyimapanan ginseng (wadah kering dan kedap udara).

Sekiranya itu saja. Semoga info di artikel ini bisa membatu kamu-kamu yang lagi butuh informasi tentang cara menangani hasil panen pada tanaman gingseng yaa. Kayaknya cukup sekian dulu. Terimakasih ya sudah mampir..

See you next time, see you next post!

About the Author: penek

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *