Tips Dan Cara Memilih Benih Padi Yang Berkualitas

Tips Dan Cara Memilih Benih Padi Yang Berkualitas

Tips Dan Cara Memilih Benih Padi Yang BerkualitasBenih padi yang bermutu tentu saja adalah yang layak untuk dibudidayakan yang mana setelah menentukan benih – benih padi yang berkualitas maka segeralah memulai melakukan persemaian.

1. Tahapan merendam beras ke dalam air

Ini adalah cara yang paling klasik dan sederhana untuk digunakan dimana indikator yang dipakai untuk menentukan bibit padi yang berkualitas adalah dengan mengambil bibit – bibit padi yang berkualitas akan tenggelam di dasar air. Sedangkan bibit – bibit padi yang mengapung adalah bibit kopong atau kosong yang tak layak untuk ditanam.

Tips Dan Cara Memilih Benih Padi Yang Berkualitas
Tips Dan Cara Memilih Benih Padi Yang Berkualitas

2. Tahapan menggunakan telur dan garam

Beberapa langkah yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :

Ember dan wadah disiapkan guna menampung benih – benih padi, lalu tambahkan air dengan volume sekitar dua kali berat benih padi, celupkan telur – telur hingga ke dasar air, masukkan garam secukupnya saja sedikit demi sedikit hingga telur – telur mengambang, masukkan benih padi ke dalam larutan air garam lalu aduk rata, dan yang terakhir adalah tunggu beberapa saat hingga terlihat benih – benih padi mengambang dan sisih dan buanglah benih padi yang mengambang tersebut. Bibit yang tenggelam adalah bibit yang berkualitas dan siap untuk ditanam.

3. Fase untuk menggunakan telur dan abu

Ada  beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam fase ini antara lain : ember dan wadah disiapkan guna menampung benih – benih padi, tambahkan air dengan volume sekitar dua kali berat benih padi, masukkan telur hingga tenggelam ke dasar air, barulah masukkan abu hingga telur terangkat ke permukaan air, selanjutnya telur – telur diambil / angkat ke permukaan air dan langkah terakhir masukkan benih padi ke dalam larutan air abu dan aduk dengan rata.

Tunggu beberapa saat sampai terlihat benih – benih padi mengambang. Cara yang sama bisa dilakukan tetapi dengan mencampur air dan garam (dalam larutan garam) lalu yang lainnya sama dan sisih / buanglah benih padi yang mengambang tersebut. Bibit – bibit yang tenggelam adalah bibit yang berkualitas dan siap untuk ditanam.

4. Fase untuk mengetahui vigor benih padi

Yang dimaksud dengan vigor dalam hal ini adalah merujuk kepada benih – benih padi yang mengindikasikan pertumbuhan dan adanya perkembangan kecambah dengan cepat dan seragam pada cakupan kondisi area yang luas. Idealnya, masing – masing benih harus mampu berkekuatan untuk tumbuh menjadi tinggi sehingga akan tumbuh sehat dan kuat dalam beragam kondisi lapangan.

Sebuah benih dengan tingkat vigor rendah dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu mikrobia, mekanis, sitologis, morfologis, fisiologis, dan genetik. Adapun vigor benih meliputi aspek – aspek fisiologis selama masa tumbuh perkecambahan antara lain sebagai berikut :

Aspek kecepatan dan keserempakan daya perkecambahan, kemampuan terhadap munculnya titik tumbuh kecambah terhadap kondisi lingkungan yang kurang sesuai untuk tumbuh, dan kemampuan benih untuk bisa berkecambah setelah melalui masa penyimpanan.

5. Fase mengetahui viabilitas benih yang akan ditanam

Yang dimaksud dengan viabilitas benih adalah daya hidup benih terlihat dengan adanya gejala metabolisme atau gejala – gejala pertumbuhan yang disertai daya perkecambahan sebagai tolak ukur parameter viabilitas terhadap benih padi.

Dimana secara garis besar viabilitas dalam hal ini berarti sebagai kemampuan benih untuk mampu tumbuh menjadi kecambah dan akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia benih.

Tolak ukur yang diaplikasikan adalah dengan mengukur viabilitas benih tanaman adalah persentase waktu untu rangkaian tumbuh perkecambahan yang mudah dan cepat, pertumbuhan perkecambahan yang kuat yang nantinya akan mencerminkan kekuatan pertumbuhan dinyatakan sebagai sebuah laju pertumbuhan perkecambahan.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang tips dan cara memilih benih padi yang berkualitas, semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Baca juga : Pengertian Enzim DNA

About the Author: penek

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *