Panduan dan Cara Budidaya Selada Untuk Pemula

Panduan dan Cara Budidaya Selada Untuk Pemula

Cara Budidaya Tanaman SeladaSelada atau Lactuca sp. adalah jenis sayuran yang berasal dari Timur Tengah. Di masa Yunani Kuno, selada dimanfaatkan sebagai komposisi obat-obatan.

Perjalanan waktu membuat selada dikembangkan menjadi beragam varietas hingga terjadinya perubahan rasa, tekstur tidak berduri, berbiji besar, dan tidak bergetah.

Selada memiliki banyak manfaat dan berguna untuk menunjang kesehatan tubuh. Itulah sebabnya kenapa selada menjadi salah satu jenis sayuran terfavorit hingga banyak yang membudidayakannya. Namun, terdapat beberapa hal yang harus dilakukan agar budidaya selada berjalan secara optimal.

Varietas Selada yang Dapat Dibudidayakan

Pengelompokkan selada dikategorikan oleh Alan Davidson berdasarkan bentuk dan tekstur daun, yaitu:

  1. Asparagina

Asparagina disebut juga sebagai celtuce wosun adalah jenis selada favorit di China dengan karakteristik batang yang tebal.

  1. Capitata

Capitata atau butterhead lettuce merupakan jenis selada renyah yang identik dengan kepala mentega. Karakteristik khusus capitata yaiitu beraroma terapi atau menenangkan, berbentuk gepeng, dan daunnya lembut ketika disentuh.

  1. Crispa

Crispa adalah varietas selada dengan karakteristik berdaun kasar atau pun lembut yang memiliki warna bervariasi.

  1. Longifolia

Longifolia atau romaine lettuce memiliki karakteristik daun menyerupai kepala deengan permukaan yang kasar.

Poin-poin yang Perlu Diperhatikan dalam Mempersiapkan Area Budidaya

Sebelum melakukan budidaya selada, pastikan sudah memperhatikan hal-hal berikut ini.

  • Selada hanya dapat tumbuh dan berkembang dengan suhu lingkungan yang berkisar antara 15°C sampai dengan 25°C.
  • Area tanam haruslah mengandung humus, agak berpasir, dan merupaakan jenis tanah lempung berdebu.
  • Tanah yang mengandung kadar asam tinggi sebaiknya dicampur dengan dolomit atau kapur pertanian.

Baca Juga : Pengertian dan Proses RNA

Proses Penanaman hingga Perawatan Selada

Penanaman selada dapat dilakukan dengan cara menyemainya terlebih dahulu. Penyemaian dilakukan pada wadah kecil, namun pastikan kelembabannya telah terjaga terlebih dahulu.

Setelah selada dipindahkan pada bedengan, upayakan untuk terus menjaga kelembaban tanah.

Beberapa hal yang harus diperhatikan secara intensif adalah sebagai berikut.

  • Penyiraman secara berkala karena selada bukanlah tanaman yang kebal terhadap kekeringan.
  • Pemberian pupuk lanjutan berupa pupuk organik terhitung setelah dua minggu pasca penanaman.
  • Penyemprotan untuk memberantas hama dengan dosis yang aman.
  • Pastikan pelaku budidaya memiliki drainase dan melengkapi seluruh nutrisi selada.

Pemanenan Selada

Budidaya selada dapat dinikmati hasilnya jika sudah memasuki usia dua hingga tiga bulan setelah masa tanam. Pilihlah selada yang sudah memiliki banyak daun dan petiklah dengan cara yang benar tanpa merusak tanaman lainnya.

Baca Juga : Cara Budidaya Jamur Tiram Putih

About the Author: penek

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *