9 Manfaat Temu Ireng Untuk Kesehatan

Hai, kali ini kami akan membahas tentang Kandungan dan manfaat dari Tanaman Temu Ireng. Kami harap artikel yang satu ini bisa bermanfaat untukmu ya. Monggo disimak..

9 Manfaat Temu Ireng Untuk Kesehatan
9 Manfaat Temu Ireng Untuk Kesehatan

Pernah tau Tanaman temu ireng kan? Tanaman yang berkembang biak dengan cara bertunas lewat rimpang (yang telah tua) ini mempunyai berbagai kandungan senyawa kimia yang bermanfaat. Antara lain seperti berikut ini.. Minyak atsiri, Lemak, Damar, Zat pati, Mineral, Renmin, Alkaloid, Saponin, Germakrene, Kordione, Lemak, Kurkumin, Tanin, Isofortungermakrene, Tetrametilfrazine, Mineral.

Selain itu, tanaman herbal temu ireng ini mempunyai beberapa sifat atau khasiat untuk kesehatan seperti untuk antibakteri, pembersih darah, antiradang, antikoagulan, tonic, pelindung hati (hepatoprotektor), antineoplatik (semacam antikanker), serta bermanfaat sebagai antibiotik.

Baca Juga : Morfologi Tanaman Flamboyan

Apa Saja sih Manfaat yang bisa kita dapat dari tanaman Temu Ireng??

Penggunaan herbal temu ireng ini sering kali dijadikan sebagai bahan campuran jamu tradisional di banyak daerah nusantara. Adapun beberapa manfaat dari tanaman tersebut yang dapat diambil dari tanaman temu ireng antara lain yakni :

  1. Membantu untuk Meningkatkan Nafsu Makan

Kandungan zat kurkumin yang dimiliki temu ireng telah dipercaya masyarakat dapat membantu kita untuk menambah nafsu makan.

  1. Membantu kita mengatasi penyakit kulit

Bagi Anda yang sedang mengalami keluhan penyakit kulit seperti kurap, borok, kudis, maupun gangguan kulit yang lainnya ada baiknya bagi kita untuk mencoba ramuan penyembuh yang terbuat dari tanaman temu ireng untuk mengobatinya.

  1. Membantu menyuburkan kandungan

Kandungan zat bermanfaat yang terkandung dalam temu ireng sejatinya memiliki manfaat baik untuk tubuh manusia. Untuk wanita, ia memiliki khasiat untuk membantu menyuburkan kandungan.

  1. Mengatasi nyeri wanita saat haid

Rata-rata wanita pernah mengalami rasa nyeri yang hebat saat tiba masa menstruasi. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa tanaman yang satu ini dapat membantu mengurangi rasa nyeri untuk wanita yang sedang dalam masa peeride datang bulan.

  1. Menjadi ramuan pembersih darah paska melahirkan

Seusai melahirkan, biasanya seorang wanita disarankan untuk minum berbagai macam ramuan herbal, diantaranya ramuan yang terbuat dari tumbuhan herbal temu ireng. Hal ini akan bermanfaat untuk membantu proses pembersihan darah di dalam tubuh.

  1. Meredakan batuk-batuk dan sesak nafas

Masalah batuk ini seringkali bisa mengganggu pergerakan aktivitas keseharian kita. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor semisal perubahan cuaca, polusi, maupun hal lainnya. Untuk membantu meredakan masalah ini, sebaiknya cobalah untuk mengkonsumsi ramuan herbal yang kita racik dari tanaman temu ireng secara rutin.

  1. Menghilangkan zat racun dalam tubuh

Khasiat lain dari tanaman herbal temu ireng adalah untuk membantu menghilangakan zat-zat racun berbahaya yang bersarang pada tubuh kita.

  1. Mengatasi gangguan wasir

Gangguan atau penyakit wasir ini mampu diatasi tanpa harus menggunakan obat-obatan yang banyak dijual dipasaran, yakni dengan memakai obat-obatan herbal, semisal ramuan yang berasal dari tanaman herbal temu ireng.

  1. Sebagai Tanaman Herbal Penambah darah

Bagi kamu yang sedang mengalami masalah atau gangguan tekanan darah rendah (anemia), cobalah saja untuk mengkonsumsi hasil racikan ramuan herbal yang kamu buat dari temu ireng.

Efek Samping Dari Tanaman Temu Ireng

Selain mempunyai bermacam manfaat untuk kesehatan, penggunaan tanaman temu ireng dalam jangka waktu lama bisa menimbulkan beberapa efek samping.

Penelitian yang dilakukan oleh beberapa pakar sudah menunjukkan bahwa penggunaan tanaman temu ireng pada jangka panjang bisa beresiko menyebabkan kerusakan pada sel hati.

Kandungan zat toksik yang terdapat dalam rimpang pada temu ireng yang terserap oleh si organ hati mampu menimbulkan penyempitan lumen pada pembuluh darah yang bisa berakibat terjadinya genangan pada aliran darah, dan pada akhirnya pembuluh darah ini akan beresiko pecah. Pemakaian yang berulang selama 30 hari ini bisa membuat “nekrosis sel” yang semakin berat.

Baca Juga : Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Seledri

About the Author: penek

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *